Si Keras Hati yang Bersahabat dengan Siapa Saja
Info Baru

Si Keras Hati yang Bersahabat dengan Siapa Saja

Kepergian Bambang Soen, panggilan akrab Bambang Sunarjanto, politisi kawakan Bojonegoro yang juga mantan wartawan Surabaya Post, tentu mengejutkan banyak orang.

Maklum, beberapa jam sebelum meninggal, ia sempat posting dan bercanda dengan beberapa kawan di Facebook. Waktu itu ia posting tentang jembret, makanan khas Bojonegoro yang terbuat dari daun sembukan. Daun sembukan, ada yang menyebut dengan nama ‘daun kentut’, dipercaya memiliki banyak khasiat.

“Isuk-isuk bakul jembret liwat. Jembret alias brengkes sembuk’an. Sebungkus cuma seribu rupiah. ‘Nyuwun sejinah Bu,’ pintaku,” tulis Bambang.

Seperti biasa, status Facebook ini langsung dapat komentar dari beberapa kawan. Dan seperti biasa bula, Bambang merespons setiap komentar dengan canda khasnya.

Bambang Soen memang dikenal sebagai sosok yang bersahabat. Beberapa bulan terakhir, di Bojonegoro, ia kerap nongkrong bareng kenalan dan anak-anak muda. Di antaranya di halaman Terminal Rajekwesi Bojonegoro. Sekadar berdiskusi sambil menikmati pisang goreng dan secangkir kopi pahit.

Bambang tak lelah menjawab pertanyaan seputar perkembangan sosial dan politik tanah air. Meski dikenal sebagai loyalis partai banteng, ia bukannya pendukung gelap mata.

“Manusia kan tempat salah. Ya ada salahnya. Tapi ya tentu banyak baiknya,” kilah dia, saat ditemui exsurabayapost.com Maret 2019 silam.

Di kalangan kawan dekat, khususnya sesama wartawan, Bambang dikenal sebagai sosok idealis yang bersahaja. Perlawanan yang ia berikan sering terasa dramatis.

“Habis wawancara sama pejabat, saya dikasih ‘uang bensin‘. Saya terima, lalu pergi ke pom bensin sambil bawa jirigen. Uang dari si pejabat saya pakai beli bensin. Pada petugas di pom saya nitip pesan, ‘Ini pesenan Pak A. Tolong di antar’. Petugas pom bensin pun santai saja nganter bensin,” kenang Bambang saat itu.

Besoknya Bambang dapat komplain, “Itu buat sampeyan. Lha ngapain kirim bensin ke saya”. Bambang pun menyahut tanpa merasa bersalah, “Lho katanya buat beli bensin”.

Suka bercanda, ramah, dan terbuka pada siapa saja. Menjadikan Bambang dikenal banyak orang. Bukan semata gara-gara kegiatan politik dan kewartawanan, tapi juga sebagai pribadi, suami, ayah, dan tetangga yang menyenangkan. Walau di sisi lain, ia sering dinilai kelewat keras untuk kebenaran yang diyakini.

“Termasuk amplop. Saya tidak mau dikenang sebagai wartawan amplop. Saya bisa dapat duit lebih banyak dari mereka. Liputanku jauh lebih berpeluang dapat duit besar. Tapi buat apa? Saya, istri saya, anak-anak saya, nanti akan tidak punya kehormatan. Selamanya akan hidup dan berjalan tanpa kehormatan,” tegasnya.

Loading...

Post Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.