Setia dengan Mesin Ketik, Kamera, dan Biola
Info Baru Lho Iki Lak

Setia dengan Mesin Ketik, Kamera, dan Biola

Slamet Agus Sudarmojo mungkin hanya sedkit wartawan daerah yang popularitasnya justru melampaui wilayah kerjanya. Secara administratif ia hanya bekerja di Bojonegoro dan Tuban.

Tapi ia disegani sesama wartawan di kota Surabaya, bahkan Jakarta. “Pertama mungkin karena semua teman. Kedua ya karena proses alam seperti itu. Saya dipercaya ini itu. Baik di kegiatan jurnalistik, musik, bahkan puisi,” cerita Aguk, panggilan akrabnya.

Di sela kesibukan sebagai wartawan yang hidupnya berkutat di alat tulis dan kamera, Aguk juga asyik memancing dan bermain musik. Ia pernah membuat sanggar, anggotanya mulai anak SMA sampai seniman tradisional lokal. Jumlahnya tidak main-main, sekitar 65 orang.

Sanggar ini pernah unjuk gigi di banyak perhelatan tidak hanya tampil di lokal, tapi juga di berbagai daerah di Jawa Timur. Aguk sendiri, diam-diam suka membuat lagu dan bermain biola.

“Ini mungkin cara mengatasi kejenuhan. Setiap hari liputan, motret ini itu. Melihat orang bermasalah, bencana, tragedi. Lalu saya pergi mancing dan bermain musik untuk mengendapkan rasa.

Sebagai pegiat seni, mantan Ketua Senat Mahasiswa Universitas Bojonegoro ini tak bisa dipandang sebelah mata.

Ia pernah membaca puisi di Salihara Jakarta, dalam pertemuan penyair antar benua 2011.
Sebagai jurnalis, ia beberapa kali meraih penghargaan. Selain jadi nominator karya foto Prapanca 1992 dan 1995, karyanya juga jadi unggulan tulis perseorangan lomba karya tulis dan foto antar wartawan Surabaya Post pada 1992.

Aguk pernah merebut juara dalam lomba karya tulis dan foto antar wartawan Surabaya Post 1993, bahkan meraih juara I karya foto HUT Surabaya Post, juara II karya tulis HUT LKBN Antara 2005, dan masih banyak lagi.

Berbekal pengalaman dan rangkaian penghargaan ini, beberapa kali juga ia dipercaya menjadi nara sumber dan juri dalam workshop jurnalistik tulis dan fotografi. Salah satunya menjadi juri dalam lomba tangkai fotografi yang digelar Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Jawa Timur di Tuban, 25-26 Agustus lalu.

Di luar itu, Aguk diam-diam juga punya cara bersenang-senang bersama keluarga. “Tiap Sabtu atau Minggu, saya jalan-jalan sama istri. Tapi ya gitu, tetap bawa kamera. Jaga-jaga kalau ada peristiwa penting yang perlu diberitakan di media saya,” katanya. (hdl)

Loading...

Post Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.