Memburu PSK Prigen hingga Marie Muhammad
Info Baru Nostalgia

Memburu PSK Prigen hingga Marie Muhammad

Bekerja di Harian Surabaya Post, Erfandi Putra harus berhadapan dengan model kerja yang pada saat tertentu mesti berpindah desk. Misal dari halaman ekonomi, beberapa saat kemudian, pindah ke halaman kota.

Jika seorang wartawan tiba-tiba berhasil membuat berita yang kemudian diplot jadi headline halaman utama, halaman ekonomi, dan halaman kota sekaligus, ini jelas jadi capaian prestasi yang sangat istimewa.

“Itu yang sempat saya alami. Di satu terbitan koran, tulisan saya jadi headline di tiga tempat,” bangga Erfandi.

Kiprah ini tentu mengundang pujian dari rekan-rekan seniornya. “Ya tentu saja, saya merasa bangga. Dalam sejarah rasanya jarang sekali,” tambahnya.

Saat itu, lanjut salah satu pendiri Global Media Group ini, di halaman utama muncul tulisan tentang Marie Muhammad dan proyeksi pajak. Erfandi masih ingat, saat itu ia harus bekerja keras untuk memperoleh berita eksklusif. Maklum, kerja di koran sore itu tingkat kesulitannya tidak main-main.

Di antaranya, bagaimana wartawan harus bersiasat untuk memunculkan isu yang berbeda dibanding liputan wartawan koran pagi.

Marie yang waktu itu jadi Dirjen Pajak datang dalam acara khusus di sebuah hotel di Surabaya. Dalam sebuah kesempatan, ia berjalan ke kamar kecil. Melihat peluang untuk wawancara eksklusif, Erfandi nekad mengikuti.

Selesai buang hajat, Marie langsung disodori pertanyaan-pertanyaan seputar proyeksi pajak Indonesia. Marie ternyata mau diwawancara. Ia bahkan memberi tanggapan panjang lebar.

“Sudah, saya dapat info istimewa. Wartawan lain nggak ada yang punya,” canda alumnus Stikosa AWS ini.

Pengalaman seru yang lain, suatu saat, Erfandi pernah diminta membuat liputan dunia prostitusi di Kelurahan Pecalukan, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Ia masih ingat, senior yang memberi tugas saat itu adalah Zainudin.

“Saya langsung gemeter dapat tugas ini. Bagaimana tidak, saya sebelumnya tidak pernah berurusan dengan pekerja seks komersial,” katanya. Kali ini disusul tawa lepas.

Demi menjalani tugas yang memang sering tak terduga, ia pun berangkat ke lokasi. Masih suara dag-dig-dug dalam dada, ia mulai bertemu dengan PSK dan mulai melakukan penggalian data. Dan perlahan tapi pasti, ia pun memperoleh cerita yang istimewa.

“Kerjaan selesai, saya masih gemeteran. Bagaimana tidak, habis wawancara ditawarin ini itu. Siapa yang nggak takut,” kata Erfandi.

Loading...

Post Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.