Konsisten di Jalur Media, Kini Kembangkan Global Media Group
Info Baru Kiprah

Konsisten di Jalur Media, Kini Kembangkan Global Media Group

Keluar dari Harian Surabaya Post pada 2010, Erfandi Putra tetap memilih konsisten di dunia jurnalistik. Ia tetap aktif menulis, hingga kemudian tercatat sebagai Redaktur Ekonomi di Harian Duta.

“Sampai suatu saat, saya bertemu dengan orang-orang yang kemudian memiliki mimpi sama. Yaitu menerbitkan media cetak,” aku Erfan, saat ditemui exsurabayapost.com di kantornya yang beralamat di Jl Cipta Menanggal VI/7 Surabaya.

Dari pertemuan itu lahirlah Global Media Group, sebuah kelompok media yang terdiri dari Koran Global News, Majalah Global Energi, Global Sehat, dan sederet media komunitas seperti Perbanas, Chenghoo, dan lain-lain.

Selaras dengan impiannya, grup media ini berhasil mengumpulkan beberapa kawan eks Surabaya Post. Baik Majalah Global Energi yang lahir pada 2011, hingga Global Sehat dan Koran Global News.

Belajar dari pengalamannya yang tak melulu di dapur redaksi tapi juga iklan, Erfan mengaku jika medianya tak ingin terjebak di konten umum. Ia justru tertarik untuk masuk ke konten spesifik.

“Karena strategi pasar saja. Nggak ke yang umum, tapi ke yang spesifik. Waktu itu nggak ada majalah yang kontennya ke masalah energi. Selain itu, saat di Surabaya Post itu spesialisasi saya adalah energi,” akunya.

Pertumbuhan bisnis Majalah Global Energi, menurut Erfan, cukup lumayan. Dari Surabaya, majalah ini didistribusikan ke Papua, Aceh, dan lain-lain.

“Makin meningkat oplah saat kami menjuarai lomba karya jurnalistik bertema energi tingkat nasional yang diselenggarakan Pertamina pada 2012,” kata bapak tiga anak ini.

Terus berkembang, dari Global Energi lahirlah Majalah Global Sehat. Sama seperti pendahulunya pertumbuhan majalah ini juga cukup baik. Pelanggannya juga sampai Papua. “Jadi lucu juga, majalah harganya Rp 12.500, ongkos kirimnya Rp 40 ribu,” canda jurnalis senior yang beberapa kali meraih penghargaan Prapanca ini.

Di luar itu, lanjut Erfan, perusahaan terus tumbuh dengan semangat idealisme bermedia, sekaligus menjaga kualitas marketing. Karena sejak awal ia sadar, semangat orang-orang yang gabung di sini adalah untuk mencari nafkah.

Kesamaan nasib ini juga yang melahirkan budaya yang egaliter. “Kalau pas di sini, nggak kerasa siapa pimpinan siapa anak buah. Giliran makan nasi bungkus di lantai bareng-bareng ya sama-sama duduk di lantai,” tegas alumnus Stikosa AWS ini.

Usai Global Energi dan Global Sehat, lahirlah Koran Mingguan Global News. Terbit pada tahun 2015, Global News sebenarnya diproyeksikan bakal terbit harian. Sayang, 2016 ada gonjang-ganjing minyak dunia. Akhirnya rencana terbiat harian pun gagal.

“Tapi semangat isinya tetap seperti Surabaya Post. Jadi menjunjung tinggi jurnalisme yang baik, tidak mengganggu orang, dan lain-lain. Maklum saja, awak di sini, bahkan wartawan-wartawan daerah, banyak yang mantan Surabaya Post. Jumlahnya sekitar 90 persen,” jelas pria kelahiran Pamekasan ini.

Loading...

Post Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.