Hadi Wirawan dan Impian Kecil di Penghujung Perjalanan
Info Baru Lho Iki Lak

Hadi Wirawan dan Impian Kecil di Penghujung Perjalanan

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah meninggal dunia dengan tenang, kawan, sahabat, saudara kita, Hadi Wirawan, Minggu (22/3/2020) pagi. Kabar ini kami terima dari Sasetyo Wilutama, rekannya sesama alumni Akademi Wartawan Surabaya (AWS), sekolah kewartawanan yang kini jadi Stikosa-AWS.

“Saya sudah konfirmasi ke istrinya. Dari keluarganya yang tinggal di Kupang Gunung Timur ini dapat info, bahwa benar, beliau sudah meninggal,” kata Sasetyo.

Sekitar dua hari lalu, lanjut Sas, Iwan, panggilan akrab Hadi Wirawan, baru keluar dari Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT), RSUD dr Soetomo. “Ia bahkan masih sempat bercanda dengan dokter rumah sakit,” kenangnya.

Iwan, selama ini dikenal sebagai jurnalis senior yang sangat bertaji. “Setiap habis menyesap ilmu jurnalistik dari Pak Rubai Katjasungkana ambisiku jadi pimpinan redaksi selalu menggelegak. Percuma kuliah di kampus yang kini bernama Stikosa AWS ini kalau gak bisa jadi pimred,” tulisnya suatu ketika.

Tahun 1985, ia memulai karir jurnalistiknya di Harian Memorandum.Saat itu Iwan bersaing dengan 60 pelamar. Dan dari lima nama yang kemudian masuk dalam tim redaksi, nama Iwan masuk di dalamnya. Tiga tahun kemudian ia resign dan pindah ke Harian Surabaya Post.

“Akhir Mei, Mas Ichwan menyuruhku ke SP Pusat, menemui Mbak Sup. Aku rada minder sebetulnya, karena secara psikis terkesan ada blok elite Surabaya Post TAIS (Jl TAIS Nasution) dan blok proletar SP Sikatan (Jl SIkatan). Selain itu aku juga belum siap bertemu dengan yang namanya Mas Tjuk Suwarsono,” tulis Iwan suatu saat.

Dari Surabaya Post, Iwan melanjutkan perjalanannya ke Harian Berita Buana, Tabloid Kompetisi (Jawa Pos Group), Tabloid Nasional Demokrat, Tabloid Libero (Timsco Media), membidani Tabloid e-Net, dan beberapa media lainnya. Termasuk Majalah Dewan Rakyat, Tabloid Sportcast, hingga Natuna TV pada 2009-2011.

“Tahun 2014 saya kena stroke sampai tangan kiri lumpuh. Saya koma enam hari di rumah, di Pati, Jawa Tengah,” cerita Iwan saat itu.

Akhir 2019 lalu, setelah kondisi fisiknya membaik, Iwan berniat balik ke dunia jurnalistik. Berbeda dengan semangat di masa lalu yang selalu menggelora, di tahun 2019 itu, Iwan memilih untuk bermedia di jalan yang lebih sederhana.

“Saya pingin bikin media yang awaknya full orang AWS,” tegasnya. Dan sebentar saja, ia meluncurkan web aws82.com.

Keterangan foto : Selfie terakhir Mas Iwan, Sabtu (21/3/2020) malam

Loading...

Post Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.